Pusat Informasi Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan UGM

Kamis, 31 Desember 2015

Studi Ilmiah Lapangan 2016

Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan
Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada
proudly present :

SIL - Studi Ilmiah Lapangan 2016



SIL merupakan sebuah event yang diselenggarakan untuk mengeksplorasi lebih luas dunia kehutanan yang sebenarnya. Selain itu kegiatan ini dapat menambah wawasan teman-teman mengenai pengelolaan hutan yang ada. Tahun 2016, SIL kali ini mengangkat tema "Strategi mencapai kemandirian KPH" sebagai salah satu program nasional pembangunan hutan.

Tentunya destinasi tahun ini pasti lebih menarik dari sebelumnya. Penasaran? Check beberapa tempat destinasinya yuk!

1. Taman Nasional Bali Barat


Taman Nasional Bali Barat terletak di bagian barat dari pulau Bali di Indonesia. Taman nasional ini mempunyai luas 77,000 hektar, yang kira-kira meliputi 10% dari luas daratan pulau Bali. Taman Nasional Bali Barat terdiri dari berbagai habitat hutan dan sabana. Di tengah-tengah taman ini didominasi oleh sisa-sisa empat gunung berapi dari zaman Pleistosen, dengan gunung Patas sebagai titik tertinggi di tempat ini. Sekitar 160 spesies hewan dan tumbuhan dilindungi di taman nasional ini. Hewan-hewan seperti Banteng, Rusa, lutung, kalong dan aneka burung. Taman Nasional Bali Barat merupakan tempat terakhir untuk menemukan satu-satunya endemik Bali yang hampir punah, Jalak Bali di habitat aslinya. (Wikipedia)

2. KPH Jogja




Operasional pengelolaan hutan yang berada dalam lingkup kewenangan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY dilaksanakan oleh Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Yogyakarta (Balai KPH Yogyakarta) berdasar keputusan Menteri Kehutanan No.: SK.721/Menhut-II/2011 Tanggal 20 Desember 2011 Tentang Penetapan wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Yogyakarta Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta seluas ± 15.724,50 hektar (Lima Belas Ribu Tujuh Ratus Dua Puluh Empat Ribu Dan Lima Puluh Per Seratus). Sementara kelembagaannya diatur melalui Peraturan Daerah No. 36 Tahun 2008 tentang Tentang Organisasi Dan Tata Kerja UPTD Dan UPT Lembaga Teknis Daerah Provinsi DIY. KPH Yogyakarta mempunyai visi mewujudkan hutan aman produktif dan lestari bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Sedangkan misi yang diusung ada 4, yakni pemantapan sistem administrasi dan manajemen pembangunan Balai KPH Yogyakarta, pemantapan dan pengembangan pengelolaan hutan yang terintegrasi, pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan, dan pengembangan kerjasama dan jejaring kerja antar institusi. (https://kphjogja.wordpress.com/)


3. KPHL Bali Timur

KPHL Bali Timur ditetapkan  dengan keputusan Menteri Kehutanan No SK.621/MENHUT-II/2011 tanggal 1 November 2011. Wilayah KPHL Model Bali Timur merup gabungan dari kelompok kawasan hutan di wilayah timur Provinsi Bali, KPHL Model Bali Timur terletak di Kabupaten Buleleng, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Bangli dan Kabupaten Klungkung. Luas Wilayah KPHL Model Bali Timur adalah ± 22.978 (dua puluh dua ribu sembilan ratus tujuh puluh delapan) hektar, dengan rincian : - Hutan Lindung seluas : ± 21.891 Ha. - Hutan Produksi seluas : ± 1.087 Ha. (http://bpkh8.dephut.go.id/)

4. Hot spring




Hot spring merupakan pemandian air panas alami yang berasal dari permukaan tanah dan dapat dipercaya untuk menyembuhkan berbagai macam penyaki. Ada beberapa lokasi hot spring di Bali. Penasaran? Makanya ikutan SIL!


5. Pantai Amed



Pantai Amed Karangasem menawarkan keindahan pantai dengan matahari terbit, selain itu pantai Amed memiliki keindahan kehidupan bawah laut yang dapat anda nikmati saat anda diving atau menyelam. Di pinggir pantai ada sebuah danau yang biasanya digunakan sebagai tempat untuk latihan menyelam. Penyelam domestik maupun mancanegara sangat menyukai menyelam di Amed Bali. Pantai Amed berpasirnya berwarna hitam, airnya sangat jernih, memiliki beraneka ragam biota laut, terumbu karang dan kehidupan lainnya. Hal ini menjadi daya tarik utama para wisatawan untuk menyelam di pantai ini. (http://www.water-sport-bali.com/)

Buat teman-teman yang masih penasaran dan ingin merasakan keseruan SIL 2016 di Bali, jangan ragu-ragu untuk ikutan. Bingung caranya?

Info lebih lanjut :
Dapat menghubungi CP yang telah tersedia atau kunjungi kami di

Twiter , Instagram , dan Official line


Sabtu, 19 Desember 2015

MH CUP



Ditengah sibuknya jadwal responsi dan presentasi proyek, KMMH berhasil mengadakan MH CUP pada tanggal 12-13 Desember 2015. Dengan tema Be the Next Green generation, MH CUP mengadakan lomba cabor futsal untuk jurusan se-UGM. Pertandingan ini diikutioleh 18 Team.

Bertempat di galaxy Futsal Jalan Wonosari, pertandingan dimulai puku 10.00. Peserta diperbolehkan membawa suporter masing-masing. Pertandingan berlangsung sangat ketat dan sportif. Masing-masing peserta berusaha untuk merebut piala bergilir MH CUP 2015.

Team yang masuk ke babak semifinal adalah team Peternakan, FKT 13, FEB Manajemen dan Fisipol. Ke empat team tersebut bertanding pada hari selanjutnya yaitu Minggu, 13 Desember 2015. FKT 13 melawan FEB Manajemen unggul 3-1. Sedangankan di sebelahnya ada Peternakan melawan Fispol. Pada babak Final, FKT 13 bertemu dengan Peternakan. Pertandingan Final sangat sengit dimana FKT 13 berusaha mempertahankan gawang. Namun tetap saja bisa di bobol oleh team Peternakan dengan skor 5-2.

Dipenghujung acara, pengumuman hasil pertandingan. Peternakan memborong banyak kategori diantaranya Juara I Futsal, Lomba Photo Contest, Top score, dan pemain terbaik. Sedangkan juara kedua dirai oleh FKT 13.

Selamat kepada pemenang. Sampai bertemu di MH CUP 2016. Tetaplah bermain dengan sportif and Be the Next Green Generation!


Ditengah sibuknya jadwal responsi dan presentasi proyek, KMMH berhasil mengadakan MH CUP pada tanggal 12-13 Desember 2015. Dengan tema Be the Next Green generation, MH CUP mengadakan lomba cabor futsal untuk jurusan se-UGM. Pertandingan ini diikutioleh 18 Team.

Bertempat di galaxy Futsal Jalan Wonosari, pertandingan dimulai puku 10.00. Peserta diperbolehkan membawa suporter masing-masing. Pertandingan berlangsung sangat ketat dan sportif. Masing-masing peserta berusaha untuk merebut piala bergilir MH CUP 2015.

Team yang masuk ke babak semifinal adalah team Peternakan, FKT 13, FEB Manajemen dan Fisipol. Ke empat team tersebut bertanding pada hari selanjutnya yaitu Minggu, 13 Desember 2015. FKT 13 melawan FEB Manajemen unggul 3-1. Sedangankan di sebelahnya ada Peternakan melawan Fispol. Pada babak Final, FKT 13 bertemu dengan Peternakan. Pertandingan Final sangat sengit dimana FKT 13 berusaha mempertahankan gawang. Namun tetap saja bisa di bobol oleh team Peternakan dengan skor 5-2.

Dipenghujung acara, pengumuman hasil pertandingan. Peternakan memborong banyak kategori diantaranya Juara I Futsal, Lomba Photo Contest, Top score, dan pemain terbaik. Sedangkan juara kedua dirai oleh FKT 13.

Selamat kepada pemenang. Sampai bertemu di MH CUP 2016. Tetaplah bermain dengan sportif and Be the Next Green Generation!
Crew of MH CUP

Selasa, 15 Desember 2015

Open House HMM : Welcome to the Jungle!


PSDM KMMH bersama PSDM 3 HMM lainnya serentak mengadakan acara Open House HMM KM-FKT pada Jumat, 11 Desember. Acara ini di khususkan kepada junior angkatan 2014 yang sebentar lagi akan menuju ke level yang lebih tinggi yaitu peminatan.

Selain pengenalan masing-masing HMM, angkatan 2014 juga dipertunjukan ciri khas masing-masing minat dengan stand yang dibuat oleh masing-masing HMM. Harapannya dari acara ini agar adik-adik tidak salah dalam memilih minat. karena minat yang kamu pilih akan mengarahkanmu pada masa depan yang sesungguhnya. Welcome to the Jungle, the Next Level!

Jumat, 27 November 2015

Introducing Forest Management Departement


26 November 2016, Departemen Keimuan mengadakan acara Introducing Forest Management Departement (IFDEP). IFDEP ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada mahasiswa khususnya minat manajemen hutan mengenai lab-lab apa saja dan peluang apa saja yang bisa didapat dari lab tersebut. Melalui acara ini, mahasiswa juga dapat mendapatkan gambaran mendalam tentang skripsi-skripsi yang dapat dilakukan pada masing-masing lab.

Selasa, 20 Oktober 2015

Diskusi Bersama Manajemen Hutan


Maraknya berita tentang kebakaran hutan di media masa menyebabkan banyak aksi yang dilakukan terutama dari kalangan mahasiswa. Manajemen Hutan, mengadakan diskusi tentang kebakaran dimana topik ini lebih berfokus dari sudut pandang manajemen hutan. Adapun pembicara dari acara ini adalah Dr. Ahmad Maryudi, S.Hut., M.Sc. dan Oka Karyanto, S.P., M.Sc.


Minggu, 11 Oktober 2015

KMMH Peduli Kabut Asap





Awal bulan September adalah sebuah kesedihan melanda Indonesia khusunya hutan. Hutan yang selama ini menanggung beban CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, pabrik-pabrik yang tak tahu menjaga lingkungan, sekarang malah ditambah lagi bebannya sehingga hutanpun berduka. Hutan yang kini semakin menipis dan ditambah lagi musibah yang menimpanya menyebabkan dampak-dampak yang sangat luar biasa dan merugikan masyarakat yang ada di sekitarnya. Duka yang dirasakan oleh hutan dan Indonesia yaitu kebakaran hutan dan asap akibat dampak yang dihasilkannya.

 Kebakaran hutan merupakan faktor ekologi potensial yang mempengaruhi hampir seluruh ekosistem daratan. Proses terjadinya kebakaran hutan sebenarnya akibat penyalaan bahan-bahan organik kering yang ada di dalam hutan  (Widyastuti S.M dan Sumardi, 2004). Kebakaran hutan menyebabkan dampak yang terjadi begitu besar. Walaupun frekuensi kebakaran hutan itu jarang namun dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dapat menyebabkan keseimbangan ekosistem terganggu. Kita dapat melihat langsung akibat yang ditimbulkan seperti kematian tumbuhan, satwa, maupun asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kehidupan manusia. Pengaruh api yang tidak terkontrol dan pengaruh dari faktor-faktor pendukung dapat menyebabkan kebakaran hutan pun semakin merambah luas sehingga tempat yang seharusnya jauh dari kebakaran pun dapat dengan mudah ikut terbakar.
Sumber utama dari kebakaran hutan adalah pengendalian api oleh manusia karena mereka kurang menyadari dan kelalaian dari manusia yang selama ini hanya mementingkan kepentingannya untuk merambah hutan, membuat kebun-kebun sawit, dan keegoisan pribadi semata. Mereka membakar hutan dengan seenaknya tanpa memikirkan apa yang akan terjadi akibat ulah mereka itu. Namun tak hanya manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab yang menjadi faktor-faktor kebakaran hutan.  Kebakaran hutan dapat didukung oleh faktor iklim, topografi, bahan bakar, dan pengelolaan kawasan yang tidak baik (Widyastuti S.M dan Sumardi, 2004). Faktor-faktor inilah yang dapat mendukung proses pembakaran semakin cepat apalagi ketika musim kemarau. Adapun dampak dari kebakaran hutan itu ada yang positif dan negatif. Dampak negatif dari kebakaran hutan adalah    :

Senin, 05 Oktober 2015

Upgrading MH 13



Upgrading MH 13 diadakan pada Jumat, 2 Oktober 2015 di Ruang V. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan internal KMMH setelah diberikannya materi. Acara yang wajib diikuti oleh Manajamen Hutan Angkatan 2013 ini dibuka pukul 16.00 oleh MC yaitu Jon Piter dan Shafira. Sebelum masuk ke materi, MC mencontohkan jargon agar para peserta semakin semangat mengikuti Upgrading.

Shafira dan Jon Piter


Ketika MC mengatakan :
Upgrading MH 13???
Peserta menjawab :
Ini …. (menyebutkan nama masing-masing dan menunjuk diri sendiri)
Yang ini Upgrading MH
Kalo yang ini THE NEXT MANAGER!!! (menunujuk teman sebelahnya)

suasana saat akan dimulai materi


Setelah sedikit pemanasan dengan jargon, materi segera dimulai. Materi yang pertama yaitu tentang KEPEMIMPINAN yang disampaikan oleh Drs. Senawi.  Pak Senwai menyampaikan bahwa kita harus menjadi GEMBOL JATI NKRI. Apa itu? Makanya baca terus post ini sampai habis J


Terpopuler